Postingan

Semenda dan Spiritualitas Dapur dalam Midnight Diner

Gambar
Apa  yang anda lakukan mulai pukul nol-nol hingga  7 pagi, terlelap? Pada sebuah kedai makan di daerah Shinjuku, Tokyo, orang - orang duduk menikmati hidangan makanan sajian Master, si empunya kedai. Master membuka lapak mulai pukul 12.00 tengah malam ketika orang lain telah terbuai di peraduan memulai mimpi,  di Shin'ya Shokudō (Midnight Diner)nama kedainya, perjumpaan beragam jiwa baru dimulai.  Adalah Yarō Abe menggoreskan manga bertajuk Shin'ya Shokudō   di tahun 2006   kemudian dibesut menjadi serial televisi oleh sutradara Joji Matsuoka , dan diperankan oleh Kaoru Kobayashi sebagai Master. Episode pertama dimulai tahun 2009 dan berakhir pada episode 50 tahun 2019. Menonton serial Midnight Diner adalah kesempatan mengenal beragam jenis makanan Jepun, yang menjadi favorit para tokoh dalam tiap episode. Bahkan penghujung tiap episode adalah pemaparan cara memasak dan penyajiannya.  Tiap episode dibuka dengan hamparan lampu malam di jalanan Tokyo...

Bulan dan Sebentang Cinta

Gambar
  Bulan bersolek menyisir rambut, bercermin sungai dipandang takjub sang banteng, dari balik rimpun mawar ke dalam sungai bulan mengurai ketika malam usai dan menyingsing fajar Gypsy Kings melantunkan bait demi bait lagu El Toro Y La Luna  dalam rentak flamenco nan mendayu namun maskulin. Dongeng seekor banteng muda perkasa yang meninggalkan kawanan saban malam demi melihat pesona rembulan lebih dekat. Kisah cinta menepuk angin pada sang candra berbaris panjang sebentang bumi. Legenda kelinci dan bulan di China dan Jepang, kisah serigala dan bulan di India dan Amerika, jaguar dan bulan di Meksiko. Sebuah senarai tebal menggulung. Kisah kasih bulan adalah juga tentang Selene dan Endymion di Yunani, juga tentang Putri Kaguya di Jepang. Dalam legenda Kaguya hime no monogatari, sang putri adalah makhluk bulan yang dihukum turun ke bumi. Kemudian ditemukan seorang kakek pencari bambu dalam sebuah batang bambu bercahaya. Setelah dewasa Putri Kaguya menjadi gadis rupawan yang diingi...

Pejabat

Kemarin, di tengah jalan aku bercakap - cakap dengan Ditha ketika membawanya pulang sekolah. "Lihat boru, banyak polisi berjaga di jalan. Bararti ada pejabat mau datang." "Pejabat itu apa Pa?" "Pejabat ya orang penting. Yang memerintah. Misalnya presiden, gubernur, walikota, ya mentri." "O, yang naikkan BBM itu ya Pa?" Aku pun garuk-garuk kepala, eh, helm.

On Party Goers, An Pe Tong Marpestai. Bagian dua : Trio Flamingo

Gambar
Hingga hari sabtu yang lalu (5/4) aku masih menghadiri satu lagi pesta bona taon. Bukan sebagai peserta, melainkan penghibur. Bersama dua lagi temanku, yang satu semargaku Simanjuntak, satu lagi bermarga Simatupang, kami bernyanyi menghibur di banyak pesta batak. Nama kelompok kami, Trio Flamingo. Meski dengan formasi berbeda, antara kami bertiga sebenarnya telah pernah bersama dalam kelompok bernyanyi, baik trio maupun vocal grup. Namun, untuk mempertemukan formasi sekarang ini sempat tersendat-sendat. Maklumlah. Simatupang , yang selalu kusapa ‘Tulang’, sebagai penggagas trio ini awalnya ragu apakah kami Simanjuntak berdua bersedia bersama dalam satu grup nyanyi. Siapa tidak tahu kisah bau marga Simanjuntak dan dua kerbaunya, yang hingga sekarang masih diseret-seret dan dihembuskan. Aku dan Uda, Simanjuntak satu lagi di trio kami, memang lain kerbau. Dan menurut para pemuja kisah horor Simanjuntak, kami berdua tidak semestinya berdekatan, apalagi sampai bersatu membentuk satu ke...

On Party Goers, An Pe Tong Marpestai

Gambar
Tahun Baru, Pesta, Babi, Kerbau, Sapi, Musik, Poco-poco, Anak Medan. Atau : Bona taon, toktok ripe, iuran taon, manortor, hasil tortor, na somargota, na margota, parsubang, hula-hula, hela-boru-bere, anggota baru. Jangan bingung kawan. Itu tadi semua adalah lema-lema yang selalu ditarikan lidah orang Batak dalam dua tiga bulan ini. Yah, paling tidak di kotaku inilah, Dumai. Wajib hukumnya bagi tiap punguan marga meghelat pesta bona taon atawa awal tahun. Masing-masing punya alasan kenapa itu harus dilakukan. Tiga empat tahun lalu aku masih sering mendengar bahkan terlibat diskusi tentang perlu tidaknya helat begitu diadakan. Bukankah pemborosan saja? Coba, ehm…, fulus yang dihamburkan untuk kesemua pesta itu, maksudnya dari tiap marga, dikumpulkan. Sudah terbinalah sebuah gedung baru untuk orang Batak. Sopo Godang. Ya, ya, ya, betul itu, kata yang lain. Kita memang keliwat boros. Bukan main. Kita harus berubah, kalau tidak sekarang kapan lagi, yang lain lebih bersemangat. “Da...

Ehm.., Pesta Bona Taon Ni Punguan Amasada (2)

Gambar
Biasanya, untuk memudahkan pekerjaan ini, kami menggunakan alat bantu. Semacam “burner” yang digunakan perajin rotan. Memakai bahan bakar minyak tanah, “burner” itu dengan leluasa akan melalap sisa-sisa rambut babi (untuk Amasada, sebenarnya lebih sering panangga alias sigagat solop alias anjing), karena ia dengan mudah digenggam dan apinya ditembakkan kesana-kemari. Mungkin, karena ketika sekitar sebulan lalu ketika terakhir kami pakai, alat bantu tersebut berulah, sulit menyala dan ketika akhirnya hidup, apinya merebak kemana-mana, maka kami pun tak memakai alat pinjaman tersebut. Pinjam? Ya, kami memang meminjamnya dari seorang pemilik lapo langganan punguan Amasada. Kalaulah bukan kami –biasanya diwakili sekben- yang meminjam, belum tentu Situmeang –pemilik lapo itu- sudi meminjamkan. Kaitannya memang banyak. Ketua punguan Amasada adalah sekaligus ketua parsahutaon atau STM (serikat tolong menolong) “Mauliate”, dimana seperempat dari anggota punguan Koor Amasada bermukim....

Ehm.., Pesta Bona Taon Ni Punguan Amasada

Gambar
Sejak awal Desember tahun lalu, acara ini telah dirancang. Membuhul hari, menentukan lokasi, siapa saja yang diundang, dan gerangan siapa pendeta yang akan berkotbah. Kalaupun kemudian tuan rumah berganti, dan yang berkotbah pun bukan pendeta – karena terlambat menghubungi – namun sintua, tak apalah. Tak ada Pesta Bona Taon yang urung. Bagi orang Batak Kristen, Pesta Bona Taon adalah hal teramat jamak. Utamanya pada punguan/kumpulan marga. Bagi kumpulan koor mungkin tidak semua melaksanakannya.Namun bagi kumpulan koor kami, Koor Amasada, pesta bona taon adalah keharusan. Pada kesempatan inilah, yang juga dihadiri oleh para istri dan anak, anggota Koor Amasada saling mengucapakan selamat tahun baru. Baku minta maaf atas kemalasan menghadiri jadwal latihan koor (marguru), atas perkataan yang terlanjur bercucuran, juga memberi saran – saran guna kemajuan kumpulan koor kami. Lazimnya, setelah mengakui kemalasannya, kami akan saling berjanji mulai saat itu menjadi rajin. Beri...